Kamis 3-1-2007
Saya dengan berat hati meninggalkan Kuliah saya untuk segera bergegas ke samsat kota malang untuk melakukan cek phisik kendaraan saya yang memang sudah harus di perpanjang setelah 5 tahun..
Setelah bertemu dengan om saya saya segera bergegas menuju samsat kota malang karena khawatir bahwa samsat akan segera tutup..
Pertama kali masuk dan menuju tempat pengecekan phisik yaitu menggesek nomor rangka dan nomor mesin, saya sudah disuguhi berbagai macam kebiasaan buruk orang Indonesia yaitu menerobos antrian..
Setelah di terobos dengan entah beberapa kendaraan, saya segera bergegas menuju parkiran untuk memarkir kendaraan saya. di situ pun saya sempet di tawarin jasa mengurus STNK secara cepat oleh orang yang biasa kita sebut calo padahal sudah jelas-jelas terpampang tulisan yang sungguh-sungguh mengharukan
Setelah dari parkiran dan menolak entah berapa orang calo saya menuju penjualan formulir untuk memperpanjang, di situ pun masih saya masih saja di terobos entah oleh berapa orang..
Masuk ke ruangan untuk mengurus STNK..
Terpampang jelas kalimat yang saya sungguh berharap bahwa pelayanan yang ada akan sungguh-sungguh memuaskan dan mempercepat proses karena dari awal sudah sedikit berputar-putar..
Di dalam ada petunjuk bahwa saya harus mengisi formulir dengan lengkap dan benar.
Setelah semuanya sudah benar dan untungnya saya di dampingi oleh om saya yang sudah pernah mengurus sebelumnya, saya berusaha melengkapi persyaratan yang ada..
Fotokopi KTP, fotokopi BPKB, STNK lama, dan itu saya sudah mempersiapkan 4 lembar, karena memang tidak ada informasih yang mengatakan berapa banyak saya harus mem-fotokopi dokumen-dokumen tersebut, dan fotokopi dokumen nya sudah berkurang satu karena di minta sewaktu membeli formulir cek phisik (gesek).
Antri di loket B untuk menyerahkan formulir sekaligus fotokopi dokumen..
Di sini pun sistem antrian nya masih kurang bagus dan banyak orang saling menyerobot, kalau di sini saya menghitung ada 3 orang yang menyerobot antrian saya..
Sudah gitu petugasnya kurang responsif terhadap orang-orang yang suka menyerobot, karena sibuk dengan pekerjaan mereka.
Setelah giliran saya, saya kira saya sudah lega karena akhirnya formulir dan dokumen-dokumen saya sudah sampai dan bakalan segera diproses..
Tapi ternyata saya salah besar!!!
Petugas nya melemparkan berkas saya dengan tidak melihat siapa yang punya berkas sambil berkata.
"fotokopiannya kurang satu."
Dengan terpaksa dan hati yang sedikit dongkol saya segera mengambil berkas-berkas saya dan pergi meninggalkan samsat untuk kembali mem-fotokopi berkas yang kurang.
Saya benar-benar memastikan bahwa berkas yang akan saya berikan selanjutnya sudah benar-benar lengkap dan saya tidak mau lagi di ping-pong oleh petugas loketnya..
Ternyata keberuntungaan sudah berpihak dengan saya, akhirnya berkas saya di proses dan saya harus menunggu untuk proses pembayaran pajak dan denda karena sudah terlambat membayar..
Dalam kurun waktu meunggu itu saya tiba-tiba di datangi oleh salah seorang staff dari samsat alih-alih mau di bantu untuk segera menyelesaikan ternyata saya di marahi karena mengambil skrinsyut tanpa ijin dan dengan cara yang sedikit menarik perhatian orang.,
Akhirnya dengan gagah berani dan tidak sombong saya menjelaskan bahwa saya dari blogger ngalam untuk me review kinerja samsat kota malang.. hwehehehe.. Akhirnya beliau meninggalkan saya dengan ngomong kalau mau ambil foto harus minta izin dari pimpinan pusat. Padahal saya hanya mengambil gambar dengan HP..
Akhirnya proses yang telah saya lalui telah usai, saya sudah dipanggil untuk membayar pajak dan denda dengan membayar sebesar Rp. 109.000. Dan ketika saya menyerahkan uang sejumblah Rp. 110.000 saya di kasih kembalian sebesar Rp. 11.000 dengan segera saya meninggalkan tempat pembayaran tanpa menoleh ke belakang.
Sewaktu mengambil STNK dengan nomor yang baru pun saya masih harus menunggu selama 3 minggu untuk mengambil plat nomor yang baru. Itu pun belum kalau molor, karena sewaktu saya menunggu mengambil STNK pun ada orang yang telah satu bulan menunggu masih juga belum jadi.
Ternyata proses masih belum selesai, saya harus menuju ruangan selanjutnya untuk mengurus pegantian BPKB, dan lagi-lagi saya masih harus menunggu selama satu minggu untuk proses nya.
At least STNK saya sudah jadi, dan dengan hati dongkol saya meninggalkan samsat Malang.
Begitukah sistem kinerja pelayanan publik di negeri ini?
Masih penuh dengan ketidak beresan dan masih penuh dengan kesremawutan.
Sebenernya sistem yang telah di bangun oleh samsat sudah sangat baik, dengan adanya link kita juga bisa membayar pajak di mana saja baik di kabupaten maupun di kotamadya, selama itu masih berada satu wilayah Malang.
Tapi sistem yang baik tidak di tunjang dengan Sumber Daya yang baik pula maka sistem tersebut tidak akan dapat berjalan dengan sebagai mana mestinya.
Memang Manusia tidak ada yang sempurna begitu pula pelayanan publik yang ada tidak akan pernah selalu sama dengan sistem dan mekanisme yang ada..
Tergantung bagaimana kita menyikapi semuanya dengan bijak...



6 comments:
harusnya motonya diganti "kami siap morotin anda"
jadi ingat dialog sebuah film
"...polisi itu seperti ternak ayam, tinggal dikasih makan..gemuk deh jadinya..."
film ini tayang di bioskop trans tv pas liburan antara idul adha sampek tahun baru kemarin, aku lupa judulnya!
NB: film itu dibuat sebelum ada AI
sistem yg baru ini da perbaikan banget loh sejak 10 th yg lalu.
yg belom bener emg personilnya.
so far neng ngurusnya ga perna mbulet kek km loh..hehehe
ya begini inilah jiwa indonesia kita
ambil gambar aja hrs ijin pimpinan pusat??? paling2 mereka mau malak, alias pungli.
terdenger nuduh ya? abis seringnya gitu seh :P
"denda sebesar Rp. 109.000. Dan ketika saya menyerahkan uang sejumblah Rp. 110.000 saya di kasih kembalian sebesar Rp. 11.000 dengan segera saya meninggalkan tempat pembayaran tanpa menoleh ke belakang".
you're a smart kid! *sedang membayangkan dirimu keluar dr tempat pembayaran tanpa menoleh ke belakang*Ghan kweren!
Orang keren sudah aku link balik ;D
Post a Comment